Tumbuh Kembang Gigi Pada Anak
Gigi geligi bagian yang juga penting bagi penampilan kita. Selain
menyusun keindahan wajah, gigi juga berharga bagi proses pencernaan. Beban
mencerna lambung berkurang bila gigi bekerja sempurna. Maka betapa perlunya
pertumbuhan gigi geligi diberikan perhatian, melihat faktor yang mendukungnya
menjadi sehat tidak hanya satu. Tak semata bibit yang diwariskan dari orangtua,
gigi geligi yang bagus juga memerlukan pemeliharaan dan perawatan setelah anak
dilahirkan. Juga agar berkembang menjadi indah.
Erupsi gigi pada umurnya
Anak mulai muncul gigi susu pertamanya pada umur 7 bulan untuk gigi seri bawah,
dan umur 9 bulan untuk gigi seri atas. Bila bibit giginya bagus, rangsangan
keluarnya gigi (erupsi) cukup memadai, maka gigi akan erupsi pada waktunya.
Menyusul gigi seri berikutnya pada umur 12 bulan, gigi geraham pertama umur 14
bulan, lalu geraham berikutnya umur 26 bulan. Total 20 gigi.
Barang tentu waktu erupsi gigi bervariasi, tergantung jenis kelamin, ras,
dan individu. Anak perempuan lebih dini erupsi dibanding anak lelaki. Anak yang
mendapat ASI juga lebih cepat erupsi dibanding yang susu botol.
Gigi susu akan tanggal pada umurnya. Setiap gigi susu berbeda umur hidupnya.
Diupayakan agar setiap gigi susu tanggal pada waktunya masing-masing supaya
memberi jalan bagi gigi tetap yang akan menggantikannya. Tidak boleh tanggal
terlalu pagi, jangan pula kelewat cepat.
Terlebih bagi gigi seri yang ikut menyusun keindahan wajah, nantinya perlu
tersusun rapi. Sebagian besar tidak beraturannya susunan gigi sering terjadi
lantaran mengabaikan tanggalnya gigi susu sebelum umurnya. Gigi susu yang
tanggal sebelum waktunya yang menjadi penyebab gigi tetap yang akan muncul
tidak beraturan arah bertumbuhnya. Susunan gigi seri menjadi tak rapi.
Itu maka gigi susu seberapa bisa perlu dirawat. Karies gigi atau
mengeroposnya gigi paling sering menjadi penyebab mengapa gigi susu tanggal
sebelum waktunya. Awalnya karena gigi bolong dibiarkan tak ditambal, sehingga
gigi sudah hancur sebelum umurnya. Maka perawatan gigi sudah harus dilakukan
sejak awal gigi susu tumbuh. Setiap selesai minum susu, gigi perlu diseka
dengan kapas basah steril. Setelah anak mampu menggosok gigi sendiri, ajarkan
menggosok gigi yang benar.
Tak cukup hanya arah gerakan horizontal dalam menggosok gigi, sama
pentingnya gerakan arah vertikal juga. Sedemikian rupa gerakan menggosok gigi
sehingga sela-sela gigi ikut dibersihkan. Sisa makanan terutama karbohidrat itu
yang menjadi sumber penyebab gigi berlubang. Gigi berlubang yang tidak ditambal
menjadi keropos, kemudian hancur, dan lalu tanggal sebelum waktunya.
“Anak sekarang lebih rentan giginya rusak karena dominasi jenis makanan
dan minuman yang kaya akan karbohidrat, termasuk permen, cokelat, dan jajanan
serba manis. Tanpa perawatan yang benar, dengan jenis menu seperti itu, akan
mengancam kerusakan gigi”
Senyawa sisa makanan berkarbohidrat berbaur dengan kuman di mulut,
menghasilkan senyawa asam yang merusak lapisan email gigi. Kondisi itu yang
harus dicegah, dengan cara menyingkirkan sisa makanan (selilit) berkarbohidrat
agar tak melekat lama di permukaan gigi. Menggosok gigi mestinya sehabis makan,
bukan sebelum makan. Sekurang-kurangnya berkumur-kumur setiap kali selesai
makan.
Gigi tetap menggantikan gigi susu
Gigi tetap diupayakan agar bisa bertahan sampai sepanjang hayat. Kerusakan
gigi tetap tak punya gantinya, maka perlu dirawat. Gigi seri susu dipertahankan
karena baru akan tanggal pada umur 7 tahun, pada umur itu gigi tetap baru akan
erupsi. Satu tahun sebelumnya gigi geraham tetap pertama akan keluar. Gigi seri
tetap lain erupsi pada umur 8 tahun, geraham lain 9 tahun, gigi taring umur 11
tahun, geraham berikutnya umur 12 tahun, dan geraham terakhir atau geraham
bungsu pada 18-25 tahun.
Hanya apabila gigi susu dipertahankan pada waktu gigi tetap baru akan
muncul, maka susunan gigi geligi akan terbentuk indah. Kalau pada umur gigi tetap
sudah harus muncul namun gigi susu masih belum goyang, perlu dicabut paksa,
karena menghalangi jalan keluar gigi tetap yang akan menggantikannya.
Setelah gigi tetap muncul, perawatan sekurang-kurangnya sama baiknya dengan
ketika masih gigi susu. Bahkan mestinya lebih baik lagi karena gigi tetap harus
mampu bertahan sepanjang hayat. Selain tertib dan benar menggosok gigi, perlu
menu yang lengkap untuk membangun sosok gigi yang kokoh.
Unsur penting bagi kesehatan gigi selain kalsium (Ca), juga mineral fluor
(F). Air minum yang kekurangan unsur fluor akan mengganggu kesehatan gigi. Gigi
menjadi rapuh, warna gigi mungkin tidak seelok mutiara. Mengerogoti apel,
kedondong, bengkuang, bagian dari cara menyehatkan gigi. Selain permukaan gigi
diseka dari sisa makanan yang terselip, tekanan sewaktu mengunyah pada gigi
geligi diperlukan untuk memperkokoh kedudukan gigi geligi.
Tidak membiasakan mencungkil sisa makanan dengan tusuk gigi merupakan bagian
yang harus diperhatikan dalam perawatan dan pemeliharaan gigi. Permukaan email
gigi bisa cedera oleh tusuk gigi. Dianjurkan memakai benang khusus pengangkat
sisa makanan terselip di sela gigi (tooth fluos). Apalagi mencungkil dengan
bahan metal, jangan dibiasakan.
Rutin berkala ke dokter gigi
Memeriksakan gigi rutin berkala ke dokter gigi, sekurang-kurangnya 6 bulan
sekali sangat dianjurkan. Terlebih yang giginya bermasalah. Bolong yang masih
renik, tak nampak oleh kasat mata, akan kedapatan oleh pemeriksaan dokter gigi.
Ketika bolong gigi masih kecil, perawatannya masih lebih mudah dibanding kalau
sudah telanjur keropos.
Selain itu perhatikan menu yang mendukung kesehatan gigi seperti selalu
mengonsumsi menu harian yang lengkap, termasuk yang cukup mengandung mineral
kalsium dan fluor. Anak yang giginya bermasalah memerlukan ekstra tambahan
mineral bagi gigi (supplement) agar giginya bertumbuh sehat dan normal.
Di daerah yang kandungan air tanahnya miskin unsur fluornya, juga
menimbulkan masalah pertumbuhan gigi yang normal. Gigi jadi rapuh dan kurang
sehat, sehingga membutuhkan tambahan fluor juga dalam minuman dan makanan
harian, selain kalsium.
Juga bagi yang benih giginya sejak lahir sudah abnormal, karena warisan dari
orangtua, atau gangguan pertumbuhan gigi sejak dalam kandungan, memerlukan
penanganan khusus oleh dokter gigi. Ada sejumlah kelainan gigi bawaan yang
menjadikan gigi bermasalah dan memerlukan penanganan khusus oleh dokter gigi.
Perawatan gigi juga
mengikutsertakan perhatian dalam memilih antibiotika. Pemberian antibiotika
golongan tetracycline tidak diperkenankan bagi usia kanak-kanak,
karena akan berakibat warna gigi menjadi keuning-kuningan (semu kecoklatan),
yang tak bisa direvisi.***
